Sabtu, 28 Januari 2012

referensi makalah sholat-sholat sunnah


BAB I
PENDAHULUAN
I.1.  Latar Belakang
      Kita sebagai ummat muslim diwajibkan mendirikan sholat, karena sholat itu tiang agama. Sholat itu merupakan penopang yang akan menentukan berdiri atau tidaknya agama dalam diri masing – masing ummat muslim.
      Sholat itu sendiri terbagi menjadi dua macam, yang pertama sholat wajib yakni sholat yang diwajibkan bagi setiap muslim untuk mendirikannya. Yang kedua sholat sunnah yakni sholat yang hukumnya sunnah.sholat sunnah pun dibagi menjadi dua macam yakni sholat sunnah mu’akat dan ghairu mu’akad. Mu’akad artinya dianjurkan, jadi sholat sunnah itu ada yang dianjurkan untuk ummat muslim melaksanakannya, ada juga sholat sunnah yang tidak dianjurkan melaksanakannya, tapi sebagaimana hukumnya sunnah bila dikerjakan berpahala ditinggalkan tidak apa-apa. Walau demikian kita sebagai ummat muslim tentu ingin meningkat amalan ibadah dan ketakwaan kita.  Dengan semakin banyak kita mengerjakan sholat sunnah tanpa melihat itu dianjurkan atau tidaknya akan menambah amalan kita di hadapan Allah Subhana Wata’ala.
      Sholat sunnah adalah sholat yang dikerjakan pada waktu yang tidak ditentukan,  selain sholat fardu.sholat sunnah disariatkan untuk menyempurnakan sholat fardu. Karena sholat adalah amal ibadah penentu dari amal ibadah yang lain dihadapan Allah SWT nanti Rasulullah SAW pernah bersabda:1
“AWWALU MAA YUHAASABU `ALAIHIL `ABDU YAUMAL QIYAAMATI ASH SHALAATU FA IN SHALUHAT SHALUHA SAAIRU `AMALIHI WA IN FASADA SAA-IRU `AMALIHII”
Artinya :
“Awal mula amalan yang yang dihisap atas seorang hampa pada hari kiamat nanti adalah sholat, maka apabila sholat itu baiklah seluruh amalannya, dan apabila Sholat itu jelek, maka jelek pulalah seluruh amalannya.” (Hadits riwayat Imam Thobronie)

 

1 MZ Labib, Tuntunan Sholat, Cet I (Surabaya :  Cipta Karya,  2010 ) hal 79.

Sebelum membahas macam-macam sholat sunnah, perlu kiranya kita mengetahui waktu-waktu yang dilarang utnuk mengerjakan sholat. Ada lima waktu yang dilarang melakukan sholat, yakni :
1.      Sesudah sholat subuh sampai terbitnya matahari.
2.      Pada saat matahari terbit sampai sempurna naiknya atau kira-kira setinggi tombak.
3.      Ketika matahari berada di pusat (tengah hari) sampai tergelincir atau condong sedikit ke barat.
4.      Sesudah sholat ashar sampai terbenamnya matahari.
5.      Pada saat matahari hampir terbenam sampai sempurna terbenamnya.
Meskipun demikian, pada waktu yang dilarang untuk mengerjakan sholat, seseorang diperbolehkan sholat apabila mempunyai sebab tertentu. Misalnya, sholat gerhana matahari, sholat sunnah di hari jummat sebelum khatib naik mimbar, atau sedang berada di masjid haram.2
       Keutamaan sholat sunnah secara singkat adalah untuk menyempurnakan kekurangan-kekurangan yang mungkin terjadi pada sholat fardu, disamping itu juga untuk menambah tabungan amal nanti di akhirat serta menambah kebaikan bagi diri si pelakunya. Karena dengan senantiasa mengerjakan ibadah-ibadah yang sunnah maka dengan sendirinya  ibadah yang fardu pun akan terlaksana dengan baik.
       Dalam riwayat Imam Muslim yang bersumber dari sahabat Rabi’ah bin Ka’ab Al Aslamiy ra. Juga diterangkan bahwa Rasulullah SAW telah bersaabda yang artinya :
Saya pernah bermalam bersama Rasulullah SAW. Saya mendatangi beliau sambiil berkata kepadaku,”Mohonlah Saya berkata, “Saya memohon kepada engkau untuk dapat menyertai engkau (ya Rasulullah) di surga”. Beliau bersabda, “Ada lagi yang lain?” Saya menjawab, “Cukup itu saja”. Sabdanya, “Tolonglah aku agar permohonanmu terkabul dengan jalan kamu melakukan banyak sujud” 3
Sholat sunnah merupakan sholat dan amalan tambahan di luar kewajiban sholat lima waktu. Pengertian sholat sunnah yaitu melakukan satu kebaikan dalam bentuk sholat yang bukan merupakan keharusan tetapi bernilai ibadah, yang dilakukan dengan ihklas dan kerelaan hati. Sholat sunnah ada yang di kerjakan sendirian dan ada pula yang di kerjakan berjamaah.



2 Azzet Muhaimin Akhmad, Pedoman Praktis Sholat Wajib dan Sunnah,Cet I (Surabaya : Javalitera, 2011) hal 128
3 Putra M Moch. Faiz, Pedoman dan Penuntun Sholat-Sholat Sunnah Lengkap Cet I (Surabaya : Putra Apollo,  2010) hal 13
Jenis-jenis sholat sunnah yang bias di kerjakan sendirian : sholat rawatif, sholat dhuha, sholat tahajjud, sholat istiharah, sholat tasbih, sholat hajat, sholat taubat, sholat wudhu, sholata tahiyyatul masjid, sholat muthlak, dan sholat safar. Sedangkan sholat sunnah yang dilakukan secara berjamaa: sholat tarawi, sholat witir, sholat hari raya, sholat istisqa, dan sholat gerhana. Sholat sunnah bila di kerjan secara rutin dapat membentuk pribadi muslim yang sempurna dan berkah bila di laksanakan di rumah.4


I.2. Rumusan masalah
Berdsarkan uraian tersebut diatas maka penulis mengangkat beberapa persoalan sebagai berikut :
1.      Apa pengertian sholat sunnah?
2.      Apa saja dalil-dalil yang mendasari pelaksanaan sholat sunnah?
3.      Apa sajakah jenis-jenis sholat sunnah mu’akkad?
4.      Kapan sajakah waktu dan tempat yang afdal untuk pelaksanaan sholat sunnah?
5.      Bagaimanakah pelaksanaan sholat sunnah pada umumnya?











BAB II
PEMBAHASAN

Sholat sunnah adalah ibadah sholat yang diajarkan oleh Rasulullah SAW di luar sholat yang hukumnya fardhu atau wajib. Sebagaimana sholat fardhu, sholat sunnah juga dikerjakan guna mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di samping itu, sholat sunnah ada yang dikerjakan untuk menyempurnakan sholat fardhu, bertaubat kepada Allah SWT, agar hajatnya dikabulkan.
Sholat sunnah pada umumnya dikerjakan dua rakaat. Apabila lebih dari dua rakaat, pada umumnya juga dikerjakan dengan dua rakaat salam lantas dilanjutkan lagi dengan dua rakaat salam. Cara mengerjakan sholat sunnah tidak berbeda dengan cara mengerjakan sholat fardhu. Sudah tentu, yang membedakan adalah niatnya, dan untuk beberapa sholat sunnah tertentu ditambah dengan bacaan tertentu pula.
II.1.     Dalil – dalil yang Mendasari
Dasar pelaksanaan sholat sunnah sangat kuat dan mendasar. Sholat sunnah didasari oleh hadis dan sunah Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam. Jadi sholat sunnah itu bukan sholat yang hanya dibuat – buat tapi sholat yang berdasrkan pada dalil – dalil naqli.
Dalil tersebut yang kemudian dijabarkan oleh para ulama dan umara untuk disampaikan pada seluruh ummat muslim, baik itu jenis maupun tata cara pelaksanaannya yang sesuai dengan hadis dan sunnah.
 Adapun keutamaan Sholat sunnah secara umum adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, menjadikan si pelakunya sebagai orang-orang yang dicintai-Nya, meningkatkan derajat dan martabat serta menjernihkan akal pikiran setiap pelakunya.
 Sebagimana yang telah diterangkan oleh Allah SWT di dalam hadis QudsiNya yang artinya :
Hambaku senantiasa mendekatkan diri kepada Ku dengan melakukan hal-hal yang sunnah, sehingga Aku menyenangi dan mencintainya. Karenanya Akulah yang menjadi mendengarnya yang dengannya ia mendengar; Akulah yang menjadi penglihatannya dengan ia melihat, Aku menjadi lidahnya dengannya ia berkata; dan Aku menjadi akalnya yang dengannya ia berfikir. Apabila ia meminta sesuatu kepadaKu, niscaya Aku menolongnya. Ibadah yang dilakukannya kepadaKu yang paling aku senangi adalah menunaikan kewajibannya dengan sebaik-baiknya untukKu”. (HR. Imam Thabrani)5



5 Putra M Moch. Faiz, Pedoman dan Penuntun Sholat-Sholat Sunnah Lengkap, Cet I (Surabaya : Putra Apollo, 2010) hal 13

Di antara rahmat Allah SWT kepada hambanya adalah bahwa Allah SWT mensyari'atkan bagi setiap kewajiban, sunnah yang sejenis; agar orang mukmin bertambah imannya dengan melakukan yang sunnah, dan menyempurnakan yangwajib pada h

ari kiamat, karena kewajiban-kewajiban mungkin ada yang kurang.Anjuran untuk melaksanakan sholat sunnah, antara lain berdasarkan haditsdari Rabi’ah bin Malik yang mengatakan bahwa Rasullah memerintahkan kepadasaya, dengan sabdanya: Artinya:

Bermohonlah, maka saya menjawab: “Saya mohon kepadamu agar  saya dapat menemanimu di surga”. Kemudian beliau bersabda:“Adakah selain itu?” Saya menjawab: “Ya, hanya itu”. Beliaubersabda lagi: “Maka bantulah saya, agar berhasil permohonan itudengan membanyakkan sujud (salat sunat)”.6

  • Dari Ummu Aabibah. RA isteri nabi SAW beliau berkata: aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:
“tidaklah seorang hamba muslim shalat sunnah bukan fardhu untuk Allah setiap hari dua belas rakaat, kecuali Allah membangunkan baginya rumah di surga, atau kecuali dibangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Muslim).ibid

  • Suatu kali shalat sepuluh rakaat sebagaimana di atas, akan tetapi shalat dua rakaat sebelum dhuhur.
Dari Ibnu Umar.RA berkata:
"Aku shalat bersama Rasulullah SAW sebelum dhuhur dua rakaat, dan setelahnya dua rakaat, setelah maghrib dua rakaat, setelah shalat isya' dua rakaat, setelah shalat jum'at dua rakaat, adapun shalat maghrib, isya', dan jum'at, maka aku shalat bersama nabi r di rumahnya.” (muttafaq alaih). ibid




















6Shahih Muslim no (728).  
6Shahih Bukhari no (937), Shahih Muslim no (729).

II.2.     Jenis – jenis Sholat Sunnah Mu’akad
Sholat sunnah mu’akad merupakan sholat sunnah yang dianjurkan bagi ummat muslim untuk melaksanakannya. Ada beberapa macam sholat sunnah mu’akad antara lain :

1.      Sholat Sunnah Rawatib
Sholat sunah rawatib adalah sholat yang mengiringi sholat wajib lima waktu dalam sehari yang bisa dikerjakan pada saat sebelum dan setelah sholat. Fungsi sholat sunnah rawatib adalah menambah serta menyempurnakan kekurangan sholat wajib.
Sesungguhnya di balik disyariatkannya sholat sunnah terdapat hikmah-hikmah yang agung dan rahasia yang sangat banyak, di antaranya untuk menambah kebajikan dan meninggikan derajat seseorang. Sholat sunah juga berfungsi sebagai penutup segala kekurangan dalam pelaksanaan sholat fardu. Sholat sunah juga mempunyai keutamaan yang agung, kedudukannya tidak lebih tinggi dari sholat wajib (sholat 5 waktu) pada ibadah-ibadah lainnya.
Dari Rabi'ah bin Ka'b al-Aslami, pelayan Rasulullah SAW, berkata, "Aku pernah menginap bersama Rasulullah SAW, kemudian aku membawakan air wudu untuk beliau serta kebutuhannya yang lain. Beliau bersabda, Mintalah kepadaku, maka aku katakan kepada beliau, 'Aku minta agar bisa bersamamu di Surga', beliau bersabda, 'Ataukah permintaan yang lain?'Aku katakan, 'Itu saja'.Beliau bersabda, 'Kalau begitu, bantulah aku atas dirimu dengan banyak bersujud (Sholat)'." (HR Muslim).7
Dari Abu Hurairah ra , ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Sesungguhnya amal seorang hamba yang pertama kali di hisab (diperhitungkan) pada hari kiamat nanti adalah sholatnya, apabila sholatnya baik, maka sungguh dia telah beruntung dan selamat, dan jika sholatnya rusak, maka dia akan kecewa dan merugi. Apabila sholat fardunya kurang sempurna, maka allah berfirman, 'apakah hamba-ku ini mempunyai sholat sunnah?maka tutuplah kekurangan sholat fardu itu dengan sholat sunnahnya.'kemudian, begitu pula dengan amalan-amalan lainnya yang kurang'." (hr abu daud, tirmizi, dan lainnya, hadis sahih).8





 7 www.google.com. 20 oktober 2011
 8 www.google.com. 20 oktober 2011

2.      Sholat Tahajjud
Sholat tahajjud adalah sholat sunnah yang dikerjakan di malam hari setelah terjaga dari tidur.sholat tahajjud termasuk sholat sunnah mu’akad (sholat yang dikuatkan oleh syara’).sholat tahajjud dikerjakan sedikitnya dua rakaat dan sebanyak-banyaknya tidak terbatas.
Sholat tahajjud dapat dilakukan kapanpun pada malam hari.Namun waktu paling utama untuk melakukannya adalah pada sepertiga akhir malam.
Sholat tahajjud merupakan kehormatan bagi seorang muslim, sebab mendatangkan kesehatan, menghapus dosa-dosa yang dilakukan siang hari, menghindarkannya dari kesepian dialam kubur, mengharumkan bau tubuh, menjaminkan baginya kebutuhan hidup, dan juga menjadi hiasan surga. Selain itu, sholat tahajjud juga dipercaya memiliki keistimewaan lain, dimana bagi orang yang mendirikan sholat tahajjud diberikan manfaat, yaitu keselamatan dan kesenangan di dunia dan akhirat, antara lain wajahnya akan memancarkan cahaya keimanan, akan dipelihara oleh Allah dirinya dari segala macam marabahaya, setiap perkataannya mengandung arti dan dituruti oleh orang lain, akan mendapatkan perhatian dan kecintaan dari orang-orang yang mengenalinya, dibangkitkan dari kuburnya dengan wajah yang bercahaya, diberi kitab amalnya ditangan kanannya, dimudahkan hisabnya, berjalan diatas shirat bagaikan kilat.
Ketika menerangkan sholat tahajjud, Nabi Muhammad SAW bersabda :
“Sholat tahajjud adalah sarana (meraih) keridhaan Tuhan, kecintaan para malaikat, sunah para nabi, cahaya pengetahuan, pokok keimanan, istirahat untuk tubuh, kebencian para setan, senjata untuk (melawan) musuh, (sarana) terkabulnya doa, (sarana) diterimanya amal, keberkatan bagi rezeki, pemberi syafaat di antara yang melaksanakannya dan di antara malaikat maut, cahaya di kuburan (pelaksananya), ranjang dari bawah sisi (pelaksananya), menjadi jawaban bagi Munkar dan Nakir, teman dan penjenguk di kubur (pelaksananya) hingga hari kiamat, ketika di hari kiamat sholat tahajud itu akan menjadi pelindung diatas (pelaksananya), mahkota di kepalanya, busana bagi tubuhnya, cahaya yang menyebar didepannya, penghalang di antaranya dan neraka, hujah (dalil) bagi mukmin dihadapan Allah SWT, pemberat bagi timbangan, izin untuk melewati shirath al-Mustaqim, kunci surga.” 9





9 www.google.com. 23 November 2011
Ayat Al Qur’an terkait sholat tahajjud:
Al Isra’ ayat 79 yang artinya :“Dan pada sebagian malam hari bersholat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ketempat yang terpuji”               
Hadits terkait sholat tahajjud:
“Perintah Allah turun ke langit dunia di waktu tinggal sepertiga akhir dari waktu malam, lalu berseru: Adakah orang-orang yang memohon (berdo’a), pasti akan Kukabulkan, adakah orang-orang yang meminta, pasti akan Kuberi dan adakah yang mengharap/memohon ampunan, pasti akan Kuampuni baginya. Sampai tiba waktu Shubuh. (Al Hadits) 10

3.      Sholat ied
Sholat Ied adalah ibadah sholat sunnah yang dilakukan setiap hari raya idul fitri dan idul adha. Sholat ied termasuk dalam sholat sunnah muakkad, artinya sholat ini walaupun bersifat sunnah namun sangat penting sehingga sangat dianjurkan untuk tidak meninggalkannya.
Niat sholat ini, sebagaimana juga sholat-sholat yang lain cukup diucapkan di dalam hati, yang terpenting adalah niat hanya semata karena allahta’ala semata dengan hati yang ikhlas dan mengharapkan ridho nya, apabila ingin dilafalkan jangan terlalu keras sehingga mengganggu muslim lainnya, memang ada beberapa pendapat tentang niat ini gunakanlah dengan hikmah bijaksana(tergantung pada pemahaman seorang muslum dalam menjalankan).
Waktu sholat hari raya adalah setelah terbit matahari sampai condongnya matahari. Syarat, rukun dan Sunnahnya sama seperti sholat yang lainnya. Hanya ditambah beberapa Sunnah sebagai berikut :
·         Berjamaah
·         Takbir tujuh kali pada rakaat pertama, dan lima kali pada rakat kedua
·         Mengangkat tangan setinggi bahu pada setiap takbir.
·         Setelah takbir yang kedua sampai takbir yang terakhir membaca tasbih.
·         Membaca surat Qaf dirakaat pertama dan surat Al Qomar di rakaat kedua. Atau surat A’la dirakat pertama dan surat Al Ghasiyah pada rakaat kedua.
·         Imam menyaringkan bacaannya.
·         Khutbah setelah sholat sebagaimana khutbah jum’at
·         Pada khutbah idul fitri memaparkan tentang zakat fitrah dan pada idul adha tentang hukum – hukum qurban.
·         Mandi, berhias, memakai pakaian sebaik-baiknya.
·         Makan terlebih dahulu pada sholat idul fitri pada sholat idul adha sebaliknya.
  10 Al-Qur’an dan Terjemahan ( Tahun 1990 ) hal 424  

4.      Sholat Tarawih
Sholat tarawih (kadang-kadang disebut teraweh atau taraweh) adalah sholat sunnah yang dilakukan khusus hanya pada bulan Ramadan. Tarawih dalam bahasa arab adalah bentuk jama’ dari تَرْوِيْحَةٌ yang diartikan sebagai "waktu sesaat untuk istirahat". Waktu pelaksanaan sholat sunnah ini adalah selepas isya', biasanya dilakukan secara berjama'ah di masjid.
Sholat tarawih dikerjakan dengan delapan rakaat. Akan tetapi, Khalifah Umar Bin Khattab r.a. melakukan secara berjamaah dengan dua puluh rakaat. Apa yang dilakukan oleh Umar bin Khattab r.a. ini juga disepakati oleh para sahabat terkemuka pada waktu itu. Sementara cara mengerjakan Sholat tarawih adalah dengan dua rakaat salam dan terakhir ditutup dengan sholat witir.11
5.      Sholat Witir
Sholat Witir adalah sholat sunnah yang jumlah rakaatnya ganjil dan dikerjakan pada malam hari. Jumlah rakaat sholat witir bisa satu rakaat, tiga, lima, tujuh, sembilan, dan paling banyak sebelas rakaat. Disebabkan sholat witir adalah Sholat dengan rakaat ganjil, maka tidak ada sholat witir yang dikerjakan dua kali dalam semalam malam.
Cara mengerjakan sholat witir bila lebih dari satu rakaat bisa setiap dua rakaat salam dan yang terakhir dengan satu rakaat salam. Bila mengerjakan sholat witir tiga rakaat dan tidak memilih cara dengan dua rakaat salam, maka juga bisa dengan tiga rakaat sekaligus, tetapi tidak memakai duduk tasyahud awal agar berbeda dengan sholat maghrib. Sementara itu, pada rakaat terakhir dari sholat witir yang dikerjakan disunnahkan membaca doa qunut, terutama dilakukan pada sholat witir yang dilakukan setelah 15 ramadhan sampai dengan akhir bulan.ibid






11 www.google.com, 20 oktober 2011
II.3.     Waktu dan Tempat Afdal Melaksanakan Sholat Sunnah 
Sholat sunnah mu’akad adalah sholat sunnah yang dianjurkan, mengerjakannya waktunya dan tempatnya pun ada yang ditentukan:
·         Sholat rawatib mu’akad dikerjakan sendiri –sendiri dan tempatnya tidak ditentukan, antara lain :
O   dua rakaat sebelum sholat subuh
O   dua rakaat sebelum sholat zuhur
O   dua rakaat sesudah sholat zuhur
O   dua rakaat sesudah sholat magrib
O   dua rakaat sesudah sholat isya      
·         Sholat tarawih, sholat tarawih dikerjakan pada bulan ramadhan, dikerjakan              sesudah sholat isya dikerjakan bisa berjamaah dan sendiri –sendiri dan tempatnya bisa di mesjid atau dirumah.
·         Sholat witir, witir artinya ganjil, sholat witir dikerjakan dengan rakaat yang ganjil seperti 1 dan 3 rakaat dikerjakan sesudah sholat isya, biasanya pada bulan Ramadhan pengerjaannya mengikuti sholat tarawih.
·         Sholat hari raya idul fitri, sholat ini dikerjakan pada setisap tanggal 1 syawal dan dikerjakan secara berjamaah di mesjid atau di tempat terbuka seperti lapangan.
·         Sholat hari raya iduladha dikerjakan pada setiap tanggal 10 zulhijah tata cara pelaksanaannya sama dengan sholat hari raya idul fitri.
·         Sholat tahajud, adalah sholat malam yang dikerjakan sesudah bangun tidur pada malam hari waktunya sesudah sholat isya sampai menjelang sholat subuh.

II.4. Sholat Sunnah Pada Umumnya Dikerjakan Sendiri kecuali Sholat Sunnah Tertentu
Tathawwu` secara bahasa artinya adalah nafilah yaitu segala kelebihan yang baik.
Allah ta’ala berfirman.
(yaitu) dalam beberapa hari tertentu maka barangsiapa diantara kamu yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar tiga, (yaitu) : member makan orang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebihbaik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui (q.s. Albaqa rah (2):184)

Dengan demikian tathawwu’ adalah perbuatan yang dilakukan secara suka relah oleh seseorang muslim atas kemauan sendidri, yang bukan kewajiban bagi dirinya.12



Sholat tathawwu’ boleh dilakukan secara berjamaah sesekali, berdasarkan hadits Abdullah bin Mas’ud, “Aku pernah Sholat bersama Rasulullah pada suatu malam. Tiba-tiba beliau memperpanjang Sholatnya hingga aku meniatkan sesuatu yang jelek.” Orang bertanya, “Apa yang engkau niatkan?” “Aku berniat duduk dan meninggalkannya.” (HR. Bukhari-Muslim).13
Juga berdasarkan hadits Hudzaifah bin al-Yaman, “Aku pernah Sholat bersama Rasulullah pada suatu malam. Beliau memulai Sholatnya dengan membaca surat al-Baqarah. Saya berkata, ‘Sepertinya beliau akan ruku’ pada ayat yang keseratus.
Kemudian beliau masih terus.
“Saya berkata (di hati), ‘Mungkin surat al-Baqarah akan diselesaikan dalam satu raka’at.’ Namun beliau masih terus. Saya berkata, ‘Mungkin mau ruku’ dengannya, ternyata beliau malah terus mulai membaca surat an-Nisa.’ Kemudian membaca Ali Imran, membacanya dengan tartil. Bila membaca ayat tasbih, beliau bertasbih. Bila membaca ayat permohonan, beliau memohon. Dan bila membaca ayat perlindungan, beliau memohon perlindungan.” (HR. Muslim).

Dalil lain adalah hadits Ibnu Abbas ketika menggambarkan tata cara Sholat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Di dalamnya tercantum bahwa nabi pada suatu hari Sholat malam. Ibnu Abbas menyatakan,
“Maka aku pun berdiri disamping beliau…” (HR. Bukhari-Muslim)
Dalam hadits Anas, disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menemuinya bersama ibunya dan juga Ummu Haram, bibi dari Anas. Nabi berkata,
Berdirilah, biar aku Sholat bersama kalian.” (HR. Muslim)
Padahal waktu itu bukanlah waktu sholat wajib. Rasulullah sholat bersama mereka, dan meletakkan anas di sebelah kanannya, sementara wanita itu dibelakang beliau.
Hadits-hadits di atas menunjukkan bolehnya sholat sunnah berjama’ah selain sholat tarawih di bulan Ramadhan. Namun tidak boleh dilakukan “terus-menerus”, hanya sesekali saja karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebagian besar Sholat sunnah beliau sendirian.14

13 www.google.com, jenis-jenis Sholat sunnah, 20 oktober 2011
14 www.google.com, jenis-jenis Sholat sunnah, 20 oktober 2011


BAB III
PENUTUP
III.1.    Kesimpulan
·  Sholat sunnah adalah ibadah sholat yang diajarkan oleh Rasulullah SAW di luar sholat yang hukumnya faedhu atau wajib. Sebagaimana sholat fardhu, sholat sunnah juga dikerjakan guna mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di samping itu, sholat sunnah ada yang dikerjakan untuk menyempurnakan sholat fardhu, bertaubat kepada Allah SWT, agar hajatnya dikabulkan.
·   Adapun keutamaan sholat sunnah secara umum adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, menjadikan si pelakunya sebagai orang-orang yang dicintai-Nya, meningkatkan derajat dan martabat serta menjernihkan akal pikiran setiap pelakunya.
Sebagimana yang telah diterangkan oleh Allah SWT di dalam hadist qudsiNya.
·  Sholat sunnah mu’akad merupakan sholat sunnah yang dianjurkan bagi ummat muslim untuk melaksanakannya. Ada beberapa macam sholat sunnah mu’akad antara lain :
Sholat rawatib, sholat tahajjud, sholat ied, sholat tarawih, dan lain-lain.
·  Sholat sunnah mu’akad sholat sunnah yang dianjurkan, mengerjakannya waktunya dan tempatnya pun ada yang ditentukan:
Sholat rawatib mu’akad dikerjakan sendiri –sendiri dan tempatnya tidak ditentukan.
·  Sholat sunnah pada umumnya dikerjakan sendiri kecuali sholat sunnah tertentu contohnya sholat tathawwu’ boleh dilakukan secara berjamaah sesekali, berdasarkan hadits abdullah bin mas’ud :
“Aku pernah Sholat bersama Rasulullah pada suatu malam. Tiba-tiba beliau memperpanjang Sholatnya hingga aku meniatkan sesuatu yang jelek.” Orang bertanya, “Apa yang engkau niatkan?” “Aku berniat duduk dan meninggalkannya.” (HR. Bukhari-Muslim) 






DAFTAR PUSTAKA

Al-Qur’an dan Terjemahan ( 1990 )
Azzet Muhaimin Akhmad (2011), Pedoman Praktis Sholat Wajib dan Sunnah, pn. Javalitera
MZ Labib ( 2010 ), Tuntunan Sholat, pn Cipta Karya Surabaya
Putra M Moch. Faiz (2010), Pedoman dan Penuntun Sholat-Sholat Sunnah Lengkap,pn. Putra
Apollo Surabaya
Shahih Muslim no (728).  
Shahih Bukhari no (937), Shahih Muslim no (729).
www.google.com. 20 oktober 2011
www.google.com, jenis-jenis Sholat sunnah, 20 oktober 2011














Tidak ada komentar:

Poskan Komentar